Sabtu, 23 Oktober 2021

Sebesar Apa Cintamu Pada Rosululloh SAW Hingga Mengaku Pernah Ketemu


Kita tidak boleh menuduh takhayyul atau khurafat terhadap kisah yang seolah tidak masuk akal, sebelum meninjaunya dengan dalil-dalil yang sahih. Dalam riwayat sahih, Rasulullah Saw bersabda: 

" من رآنى فى المنام فسيرانى ، فى اليقظة ، ولا يتمثل الشيطان بى " .

artinya: “Barangsiapa yang melihatku di dalam mimpi, maka akan melihatku dalam keadaan terjaga (nyata). Dan setan tidak bisa menyerupai dengan saya” (HR al-Bukhari No 6995 dan Muslim No 6057)

Dari hadis ini para ulama memang berbeda pendapat dalam menafsiri kandungan  maksudnya. Namun al-Hafidz as-Suyuthi berkata: “Ada sekelompok ulama yang menafsiri bisa melihat Rasulullah Saw di dunia secara nyata dan bisa berdialog dengan beliau, hal ini adalah sebagai karamah bagi para wali Allah” (ad-Diibaj Syarah Muslim 5/285)

Ada banyak sosok sahabat yang pernah berjumpa dengan Rasulullah Saw setelah wafat, misalnya saat Khalifah Utsman didatangi oleh Rasulullah Saw menjelang wafatnya ketika dikepung oleh pemberontak (diriwayatkan oleh al-Hafidz Ibnu Katsir dalam al-Bidaayah wa an-Nihaayah 7/204), begitu pula sahabat Dhamrah bin Tsa’labah (Diriwayatkan oleh Thabrani. Al-Hafidz al-Haitsami berkata ‘sanadnya hasan’) dan sahabat-sahabat yang lain. Bahkan secara khusus as-Suyuthi mengarang sebuah kitab ‘Tanwir al-Halak’ (dimuat dalam kitab beliau al-Haawii lil Fataawii) yang menjelaskan dimungkinkannya berjumpa dengan Nabi Saw yang disertai dalil dan kisah yang sahih. Pendapat ini juga didukung oleh fatwa ulama al-Azhar, Syaikh Athiyyah Shaqar.

Sebagai seorang Muslim sudah pasti ada pada dirinya perasaan cinta kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam,

Namun kadar rasa cinta tersebut berbeda antara satu dengan yang lain. Kata cinta bukan hanya hiasan kata-kata di bibir, tetapi harus dibuktikan dalam tindakan dan perbuatan sehari-hari. Rasa cinta kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam wajib dimiliki oleh setiap Muslim, bahkan melebihi cinta kepada orang tua, anak dan isteri.

Allah berfirman:

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ

Nabi (itu) lebih utama bagi orang-orang Mukmin daripada diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. [al-Ahzab/33:6]

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Dari Anas Radhiyallahu anhu ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda Shallallahu ‘alaihi wa sallam:: “Tidaklah beriman salah seorang kalian sampai aku lebih dicintainya dari orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya.” [Muttafaq `alaihi]

Para Ulama menjelaskan bahwa cinta kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam terbagi kepada dua tingkatan:

Tingkat Pertama : Cinta yang wajib terdapat pada setiap pribadi Muslim. Ia merupakan dasar keimanan seseorang. Yaitu keridhaan menerima dengan sepenuh hati ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dengan disertai rasa cinta dan pengagungan, serta tidak mencari petunjuk di luar petunjuk Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam . Kemudian menta’ati perintahnya, meninggalkan larangannya, mempercayai segala beritanya dan membela agamanya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Tingkat Kedua : Cinta yang melebihi dari tingkat sebelumnya. Yaitu cinta yang membawa kepada sikap yang menjadikan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai satu-satunya figur atau qudwah dalam segala segi kehidupan. Mulai dari menghidupkan sunnah-sunnah beliau, baik dalam bentuk kualitas maupun kuantitas. Demikian pula, dalam berakhlak dan budi pekerti terhadap keluarga, karib-kerabat, tetangga dan masyarakat. Sampai dalam hal adab-adab sehari-hari lainnya seperti dalam berpakaian, makanan-minum, buang hajat dan tidur.

Sifat-sifat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu hadir dalam benaknya dan senantiasa ia jadikan sebagai teladan dalam kehidupannya sehari-hari, hingga cinta tersebut membuatnya benar-benar rindu ingin bertemu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan bersedia menebus perjumpaannya dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dengan keluarga dan hartanya.

Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ « مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِيْ لِيْ حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِيْ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِى بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ »

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Umatku yang amat sangat mencintaiku adalah manusia yang datang setelahku, salah seorang mereka berkeinginan seandainya ia dapat melihatku meskipun dengan (mengorbankan) keluarga dan hartanya”.

Salah seorang mengungkapkan perasaannya di hadapan al-Miqdâd bin al-Aswad, sebagaimana terdapat dalam kisah berikut:

عَنْ جُبَيْرٍ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيْهِ قاَلَ جَلَسْنَا إِلَى الْمِقْدَادِ بْنِ اْلأَسْوَدِ يَوْماً فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ: طُوْبَىْ لِهَاتَيْنِ الْعَيْنَيْنِ اللَّتَيْنِ رَأَتاَرَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللهِ لَوَدَدْناَ أَناَّ رَأَيْناَ مَا رَأَيْتَ وَشَهِدْناَ مَا شَهِدْتَ

Jubair bin Nufair meriwayatkan dari bapaknya, ia berkata: ” Pada suatu hari, kami duduk di dekat Miqdâd bin al-Aswad. Lalu seseorang lewat sambil berkata (kepada al-Miqdâd): “Kebaikanlah bagi dua mata ini yang melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.” (Jubair menanggapi): “Demi Allah, kami berkeinginan melihat apa yang engkau lihat, dan menyaksikan apa yang engkau saksikan”. [HR Bukhâri dalam Adâbul Mufrad dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni]

Barangkali perasaan seperti di atas banyak orang yang mengaku memilikinya, tetapi sikap dan tingkah lakunya sendiri sangat jauh berseberangan dengan apa yang diakuinya. Atau amalan-amalannya jauh dari sunnah, bahkan amat nyata bertolak belakang dengan ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam, penuh dengan kesyirikan dan bid’ah. Tentu hal yang demikian sudah pasti menodai cintanya kepada Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. Karena rasa cinta harus diiringi dengan amalan yang sesuai dengan tata cara yang dicontohkan dan diajarakan serta dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

Jika tidak demikian, tentu cintanya akan ditolak Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam, sebagaimana beliau nyatakan dalam sabda beliau:

عن عَائِشَةُ –رضي الله عنها- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ « مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ». رواه البخاري ومسلم.

Dari Aisyah Radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada di atasnya perintah kami, maka amalan tersebut ditolak”[Muttafaq `alaihi]

Maka, jika cinta kita ingin diterima dan tidak ditolak, jalan satu-satunya adalah beramal sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, baik berupa shalat, dzikir, dll.

Orang-orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, sekalipun mata kepalanya tidak dapat melihat sifat fisik Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam secara nyata waktu di dunia, namun sifat-sifat, tuntunan dan ajaran beliau selalu hadir dalam pandangan mata hatinya; maka Allah k akan mengumpulkan orang tersebut bersama orang yang dicintainya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Dari `Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, lalu ia bertanya: “Ya Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum dan ia tidak berjumpa dengan mereka?” Jawab Rasulullah: “Seorang manusia (akan dikumpulkan) bersama orang yang dicintainya” [Muttafaq `alaihi]

Kadangkala seorang Mukmin yang memiliki rasa cinta dan rindu bertemu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Allah memberi karunia kepadanya mimpi bertemu Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam waktu di dunia. Namun, bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam sering disalah-gunakan oleh sebagian orang dalam mencapai maksud dan tujuan tertentu.

Berbagai warna bentuk penyimpangan dalam masalah bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sering kita temui dalam kehidupan kita. Seperti ada yang mengaku mimpi bertemu Nabi dengan pengakuan dusta sebagai modal untuk mengelabui orang dan mencari popularitas di kalangan pengikutnya. Padahal, ia sama sekali tidak bermimpi melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallm.

Sebagian lagi, ada yang mengaku menerima ajaran tertentu atau metode baru dalam beribadah saat bermimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sebagian yang lain mengaku mendapat do’a atau dzikir dan salawatan tertentu dalam mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ada pula yang bermimpi sekedar melihat seseorang berpakaian serba putih dan pakai surban, sudah langsung diprediksi bahwa ia bermimpi melihat Nabi. Dan ada lagi yang melakukan wirid-wirid tertentu untuk bermimpi bertemu Nabi, padahal tidak pernah ada anjuran atau tuntunannya dalam syari’at. Atau menganggap orang yang mimpi bertemu Nabi berhak di klaim sebagai wali, serta dapat memberi berkah. Atau setelah bermimpi, mengaku bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan terjaga.

Agar kita selamat dari penyimpangan-penyimpangan ini. Maka selayaknya kita menyimak penjelasan Ulama tentang hal ini? Oleh sebab itu, bahasan kali ini sengaja mengangkat seputar pembahasan mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.‎

MUNGKINKAN MIMPI BERTEMU NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM? DAN APA HAKEKATNYA?
Mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang mungkin dan bisa dialami oleh seseorang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang shahîh. 

Berikut Hadits-hadits berkenaan dengan mimpi ketemu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

حَدََّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ ابْنُ سِيرِينَ إِذَا رَآهُ فِي صُورَتِهِ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami Abdullah dari Yunus dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, bahwasanya Abu Hurairah mengatakan, aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam tidur, maka (seakan-akan) ia melihatku ketika terjaga, (karena) setan tidak bisa menyerupaiku.”. Abu Abdullah mengatakan, Ibnu Sirin mengatakan; ‘Maksudnya jika melihat Beliau dengan bentuk (asli) Beliau.’ (HR. Bukhari No. 6478, Ibnu Majah No.3895)

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَخَيَّلُ بِي وَرُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Mu’allaa bin Asad telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Mukhtar telah menceritakan kepada kami Tsabit Al Bunani dari Anas radliallahu ‘anhu mengatakan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa melihatku dalam mimpi, berarti ia telah melihatku, sebab setan tidak bisa menjelma sepertiku, dan mimpi seorang mukmin adalah sebagian dari empat puluh enam bagian kenabian.”. (HR. Bukhari No.6479)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنِي ابْنُ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَبَّابٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي فَقَدْ رَأَى الْحَقَّ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَكَوَّنُنِي

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepadaku Ibnul Al Had dari Abdullah bin Khabbab dari Abu Sa’id Al Khudzri, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa melihatku, berarti ia telah melihat yang sebenarnya, sebab setan tak bisa menjelma sepertiku.”. (HR. Bukhari No.6482)

حَدََّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَهِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي

Telah menceritakan kepada kami Abu Ar Rabi’ Sulaiman bin Dawud Al ‘Ataki; Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid; Telah menceritakan kepada kami Ayyub dan Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:“Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku; karena setan itu tidak dapat menyerupai bentukku.”. (HR. Muslim No.4206)

حَدََّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي وَقَالَ ابْنُ فُضَيْلٍ مَرَّةً يَتَخَيَّلُ بِي فَإِنَّ رُؤْيَا الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ الصَّادِقَةَ الصَّالِحَةَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail telah menceritakan kepada kami ‘Ashim bin Kulaib dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa melihatku di dalam mimpi sungguh dia telah melihatku (yang sebenarnya), karena sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai aku”~Ibnu fidloil berkata: “menghayalkan aku"~ ,Sesungguhnya mimpi seorang mukmin yang benar adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian kenabian.”. (HR. Ahmad No.6871, At-Tirmidzi No.2202).

Berikut ini adalah hadits-hadits tersebut termasuk penjelasan Ulama dalam penjabarannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي حَقًّا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai bentukku. Barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka”. [HR Bukhâri dan Muslim]

Dalam hadits pertama ini terdapat beberapa penjelasan, di antaranya:‎

a. Seseorang yang melihat Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dalam mimpi, maka sesungguhnya ia benar-benar telah melihatnya.Apabila ciri-ciri sifat fisiknya sesuai dengan gambaran yang terdapat dalam hadits-hadits shahîh. Jika ciri-ciri sifat fisiknya tidak sesuai, para Ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Sebagian Ulama berpendapat, bahwa makna mimpinya perlu ditakwilkan. Hal itu pertanda tentang kekurangan yang terdapat pada diri orang yang bermimpi tersebut dalam hal beragama. Atau sebagai pertanda terjadinya kerusakan dalam kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat. Sebagian Ulama lain berpendapat bahwa ia tidak melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam karena ciri-ciri sifat fisiknya tidak sesuai dengan ciri-ciri sifat fisik Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Tetapi setan berupaya menipunya dalam mimpi tersebut dengan cara mengaku sebagai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sekalipun setan tersebut tidak mampu menyerupai ciri-ciri sifat fisik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu, sebagian para Sahabat dan tabi’în jika ada seseorang mengaku mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempertanyakan ciri-ciri sifat fisiknya. Hal ini ditegaskan oleh Ibnu Sirîn dalam ungkapan beliau: “Apabila ia melihatnya dalam bentuk rupa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang sebenarnya”.‎

Sebagaimana Ibnu Hajar menyebutkan sebuah riwayat dengan sanad yang shahîh dari Ibnu Sirîn rahimahullah : “Apabila ada seseorang mengisahkan kepadanya bahwa ia melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam mimpi), maka Ibnu Sirin rahimahullah berkata: “Sebutkanlah padaku ciri sifat-sifat orang yang engkau lihat tersebut?” Jika orang tersebut menyebutkan sifat yang tidak dikenalnya, maka Ibnu Sirin rahimahullah katakan: “Sesungguhnya engkau tidak melihatnya”.

Berikutnya Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan pula riwayat dari Ibnu Abbas Radhyallahu anhu yang dengan sanad yang Jayyid; Ibnu Kulaib berkata: “Aku katakan pada Ibnu Abbâs: “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamdalam mimpi!” Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata: “Sebutkanlah ciri sifat-sifatnya padaku!” Ibnu Kulaib berkata : “Aku sebutkan Hasan bin Ali, lalu aku serupakan dengannya.” Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu berkata : “Sungguh engkau telah melihatnya” ”.

b. Hadits ini menunjukkan tentang kesempurnaan bentuk sifat fisik jasmani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamyang sangat rupawan, sehingga setan tidak mampu untuk menyerupainya. Kesempurnaan tersebut ditambah lagi dengan kemulian sifat-sifat rohani beliau. Tentu setan akan semakin tidak mungkin untuk meniru atau menyerupainya, karena bentuk asli jasmani setan sangat jelek. Oleh sebab itu, Allah Azza wa Jalla jadikan sebagai perumpamaan bagi pohon Zaqqum. yang menjadi makannan penduduk Neraka. Demikian pula asli sifat rohaninya adalah sangat buruk pula, oleh sebab itu ia diberi nama setan, yang artinya dalam bahasa Arab: pembangkang/yang amat jauh dari nilai-nilai kebaikan.

c. Penggalan akhir dari hadits di atas terdapat larangan sekaligus ancaman bagi orang yang berbohong atau berdusta dalam hal mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menutup hadits tentang mimpi tersebut dengan sabda beliau “Barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka”.‎

Untuk mengetahui penafsiran hadis tersebut secara luas, di sini akan dikemukakan beberapa pendapat ulama ahli hadis. Menurut al-Nawawi, maksud lafazh فسيراني في اليقظة mengandung tiga pengertian, yaitu:

1- Bagi orang-orang yang sezaman dengan Nabi Muhammad saw. namun tidak sempat berhijrah, lalu orang tersebut bermimpi melihat Nabi Muhammad saw. maka Allah akan memberikan taufiq-Nya kepada mereka sehingga bisa bertemu Nabi Muhammad saw.;‎

2- Akan bertemu Nabi Muhammad saw. di akhirat sebagai pembenaran mimpinya, karena di akhirat setiap umat Nabi Muhammad saw. baik yang pernah bertemu maupun belu, akan mengalami pertemuan langsung dengan beliau;‎
3- Melihat Nabi di akhirat secara dekat dan mendapat syafa’atnya.

Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalânî, penafsiran terhadap hadis mimpi bertemu Nabi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dibagi menjadi enam pendapat, yaitu:‎

1- Hadis tersebut harus dipahami secara perumpamaan (tasybîh), karena diperkuat dengan riwayat lain yang redaksi lafazhnya menunjukkan arti perumpamaan (لَكَأَنَّمَا).

2- Orang yang mimpi bertemu Nabi akan melihat kebenaran, baik secara nyata maupun hanya ta’bir saja.‎
3- Hadis tersebut dikhususkan kepada orang-orang yang sezaman dengan Nabi Muhammad saw. dan bagi orang yang beriman kepada Nabi yang belum sempat melihatnya.‎

4- Bahwa orang mimpi tersebut akan melihat Nabi, seperti ketika bercermin, namun hal tersebut sangat mustahil.‎
5- Maknanya bahwa ia akan melihat Nabi Muhammad saw. pada hari kiamat dan tidak dikhususkan bagi mereka yang telah mimpi bertemu dengan Nabi saja.‎

6- Orang yang mimpi melihat Nabi, ia akan melihatnya secara nyata. Namun pendapat ini masih diperdebatkan.

Sementara itu menurut Yûsuf al-Qardhawi, pengertian hadis mimpi bertemu Nabi dengan berbagai riwayatnya menunjukkan bahwa Allah memuliakan Nabi-Nya dan memuliakan umat-Nya dengan mencegah syetan untuk menampakkan dirinya dalam sosok Nabi Muhammad saw. di dalam mimpi. Tujuannya agar syetan tidak mempunyai peluang untuk berdusta dengan lisan Nabi-Nya dan tidak bisa menyesatkan umat manusia. Meskipun Allah telah memberikan kesanggupan kepada syetan untuk merubah dirinya dalam sosok apa saja yang diinginkannya, tapi untuk menjelma seperti sosok Nabi Muhammad saw. syetan tidak sanggup melakukannnya. Oleh karena itu, siapa saja yang melihat Nabi Muhammad saw. dalam mimpinya, maka orang tersebut sungguh-sungguh telah melihat Nabi Muhammad saw. dengan benar atau ia telah melihat kebenaran, sebagaimana dijelaskan dalam hadis. Dan mimpi melihat Nabi Muhammad saw. tidaklah dikategorikan sebagai mimpi yang kosong dari makna, dan juga bukan dari godaan syetan.‎

Berdasarkan penafsiran para ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa pendapat yang mengatakan bahwa seseorang dapat bertemu secara langsung dengan Nabi Muhammad saw. bukan berasal dari hadis yang shahih, tetapi merupakan penafsiran kaum sufi. Banyaknya kaum sufi yang mengklaim pernah bertemu dengan Nabi Muhammad saw. seakan-akan dapat dijadikan dalil kebenaran penafsiran tersebut. Sedangkan untuk membuktikan kebenaran mimpi bertemu dengan Nabi, langkah yang harus ditempuh adalah dengan menanyakan kepada orang yang bermimpi tentang sifat Nabi yang ditemuinya itu. Jika cocok dengan sifat yang telah diterangkan dalam riwayat-riwayat, maka orang tersebut benar-benar telah melihat Nabi dalam mimpinya. Sebaliknya, jika tidak sesuai maka orang tersebut telah bermimpi. Hal seperti inilah yang dilakukan oleh ahli tafsir mimpi, Ibnu Sirin, sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalâni:

إذا قص عليه رجل أنه رأى النبي صلى الله عليه و سلم قال صف لي الذي رأيته فان وصف له صفة لا يعرفها قال لم تره 

“Jika seseorang berkata kepada Ibnu Sirrin bahwa ia telah mimpi melihat Nabi Muhammad saw., maka ia akan bertanya kepadanya: ‘Jelaskanlah sifat orang yang kamu lihat (mimpikan) itu kepadaku’. Maka jika orang yang bermimpi tersebut mengisahkan kepadanya denga sifat yang tidak diketahui oleh Ibnu Sirin, maka Ibnu Sirin berkata: ‘Kamu tidak melihat Nabi Muhammad saw. dalam mimpimu’.”
Kedudukkan orang yang dapat berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam baik secara yaqzhatan (sadar) atau manaman (mimpi) merupakan anugrah yang sangat tinggi dari Allah Taala. 

Imam Muhammad Bin Said al-Bushairiy mengatakan dalam qashidah al-Burdah:

وكيف يدرك في الدنيا حقيقته *** قوم نيام تسلوا عنه بالحلم

Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetahui hakikat Nabi Muhammad di dunia ini, sedangkan para ahli ma’rifah yang berjumpa beliau dalam tidur mereka merasa sangat bahagia (sudah tidak rakus dengan dunia).

Pendek kata saya ingin mengatakan bahwa mimpi ketemu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah sebuah pangkat yang tidak sembarang orang diberikan oleh Allah. Tanda yang paling zhohir seseorang yang bertemu Rasulullah adalah orang tersebut memiliki sifat zuhud (tidak kebembat dengan dunia), tidak ada pada dirinya hubbud dunya (cinta dunia) hubbul Jah (gila hormat) dan mengamalkan akhlaq dan sunnah Rasulullah. sebagaimana Allah berikan keistimewaan bertemu Rasulullah yaqzhatan wa manaman kepada para ahli ma'rifah. 

Ketahuilah, Mengaku-ngaku mimpi ketemu Rasulullah padahal tidak, dapat menyebabkan seseorang mendapat mushibah besar dalam hidupnya ada kalanya mushibah itu menimpa pada hartanya, fisiknya, akalnya dan aqidahnya (mati suul khatimah tanpa bawa iman) sehingga di neraka mendapat azab yang sangat pedih. Apalagi bagi orang yang mengiklankan dirinya ketemu Rasulullah Yaqzhatan atau mengaku-ngaku jadi Habib, Sayyid, Syarif (keturunan Rasulullah). Naudzu Billah.... Lantaran orang tersebut telah membuat kebohongan atas nama Rasulullah. Dalam sebuah hadis disebutkan:

قال أنس إنه ليمنعني أن أحدثكم حديثا كثيرا أن النبي صلى الله عليه وسلم قال من تعمد علي كذبا فليتبوأ مقعده من النار .

Artinya : Dari Anas bin Malik, ia berkata. Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam telah bersabda : “siapa saja yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”.(Hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Di akhir zaman ini banyak orang yang kemasukkan setan Aku-Aku mendakwakan dirinya mimpi ketemu Nabi Muhammad, ketemu para wali seperti Sayyidi Syekh Ahmad Tijani, Syekh Abul Hasan as-Syadzilliy Syekh Abdul Qadir al-Jilaniy, Syekh Ahmad Rifaiiy, Syekh Ahmad al-Badawiy Radhiyallahu anhum dan sebagainya. Pengen numpang nyohor, disebut orang hebat, paling sholeh tetapi dia tidak sadar bahwa pengakuan dustanya menyebabkan Amrun Khothir (perkara dahsyat). 

Seandainya memang ada seseorang yang diberikan keistimewaan oleh Allah Taala bermimpi ketemu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam hendaknya ia cukup sembunyikan dalam dirinya jangan ia jadikan konsumsi publik kata orang betawi biar meleduk di perut jangan di mulut.

Berapa banyak orang yang mengaku-ngaku mimpi ketemu Nabi atau salah seorang wali, kemudian dia bercerita kepada teman-temannya, dipastikan si teman akan merasa jeleh (muak dengan ceritanya) dalam hati mereka berkata: akuan luh kaga sembabad (sesuai) dengan akhlaq luh. Apalagi cerita tersebut sampai ke kuping musuh-musuhnya, maka mereka berkata: "seburuk-buruk makhluq mimpi ketemu Nabi, mana mungkin !! ketemu Fir'aun mungkin.

Fenomena Kesurupan Dalam Kesenian Ebeg (Jaranan)


Salah satu wisata mistik berupa tontonan dan hiburan massal yang gratis, meriah dan digemari oleh orang banyak baik itu tua atau muda adalah kesenian kuda lumping atau jathilan atau lebih populer dengan nama jaran kepang. Namun, apa jadi jika antar pemain kuda lumping yang kesurupan menjadi saling bertengkar?

Tak hanya penari saja, tetapi beberapa penonton dan penabuh gamelan pun ikut kesurupan kuda lumping. Kejadian ini membuat saya tertarik untuk mengambil gambar nya meski dengan hasil gambar yang kurang jelas karena menggunakan ponsel lawas sehingga menumbuhkan pemikiranku untuk membeli handycam baru.

Kesenian dan tari kuda lumping adalah asli berasal dari Jawa Tengah. Akan tetapi, Legenda, asal-usul dan pencipta tari kuda lumping hingga sampai hari ini pun adalah belum jelas. Tarian kuda lumping mulai populer di Jawa Tengah adalah sejak berakhirnya perang Diponegro. Pada saat perang Diponegoro, rakyat Indonesia baik itu pria dan wanita juga ikut perang dengan naik kuda. Untuk mengenang peristiwa perang ini, rakyat Jawa Tengah mulai menumbuhkan dan mempopulerkan tarian kuda lumping. Namun sebagai catatan, tari kuda lumping sudah ada sebelum perang Diponegoro dan tarian ini sudah diadopsi oleh beberapa wilayah terutama Jawa Timur.

Ada versi lain yang mengatakan, tari kuda lumping sudah ada sejak jaman Majapahit. Akan tetapi, belum ada bukti sejarah yang benar-benar memberitakan dan membuktikan secara jelas tentang asal-usul dan pencipta pertama dari tari kuda lumping di era Majapahit sehingga menumbuhkan mitos-mitos baru terkait sejarah tari kuda lumping. Terkait kegiatan kesurupan atau NDADI pada penari kuda lumping adalah hasil dari kloning antara tari kuda lumping dan upacara memanggil roh nenek moyang. Upacara memanggil roh nenek moyang adalah kegiatan yang berasal dari aliran animisme dan dinamisme yang muncul di jaman Mataram Hindu sehingga pengaruh kebudayaan Majapahit dan Mataram Hindu terhadap rakyat Jawa Tengah menjadi sangat kental.
Kesurupan
  Ya, mungkin sebagian besar orang yang menonton permainan Budaya Ebeg (Banyumasan) atau Jatilan (jawa Timur) pasti selalu menunggu bagian akhir permainan ini, yaitu dimana para penari seperti kehilangan kesadaran seolah-olah kemasukan setan ( kesurupan ),, Apa itu benar2  kesurupan Setan ??....
 dengan tegas saya jawab TIDAK..
Sa'atNya kita sebagai bangsa Indonesia mengetahui rahasia budaya2 kita termasuk budaya ini .
Apakah “kesurupan” itu?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “kesurupan” didefinisikan sebagai “kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yang aneh-aneh”. Sedangkan, kata “kerasukan” dipahami sebagai “kemasukan (roh jahat dsb); kesurupan”. Dari definisi ini, dapat dilihat bahwa secara umum dalam pemahaman masyarakat Indonesia, orang yang dianggap mengalami fenomena “kesurupan” atau “kerasukan” berarti sedang dikuasai oleh setan, atau makhluk lain, sehingga tindakan fisiknya dan ucapannya di luar kendali dia.

Kalau ditelisik, kata “kesurupan” sendiri berasal dari Bahasa Jawa, “surup”. Surup artinya, “petang”, “senja” atau “sore hari saat menjelang dan sesaat setelah matahari terbenam”. Kata ini dipergunakan secara umum mungkin karena banyak orang yang mengalami fenomena “kesurupan” pada saat senja, petang atau sore hari ketika matahari terbenam atau sesaat setelah matahari terbenam. Meski memiliki definisi yang kurang lebih sama dan tanpa bukti historis yang otentik, dapat diasumsikan bahwa kata “kesurupan” lebih awal dipergunakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dipergunakan untuk menandai suatu fenomena yang terjadi pada seseorang yang sikap dan prilakunya di luar kendali dirinya sendiri. Hanya saja, setelah perkembangan waktu, fenomena ini disebut juga dengan istilah “kerasukan”. Namun, bisa juga diasumsikan, istilah “kesurupan” dipergunakan oleh orang-orang empiris untuk menandai fenomena tersebut dan istilah “kerasukan” lebih banyak dipergunakan oleh orang-orang yang lebih cenderung terlibat dalam dunia atau pengalaman mistis.

Dalam Bahasa Inggris, istilah yang dipergunakan untuk mengacu pada fenomena “kesurupan” adalah “possessed”. Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, istilah “possessed” didefinisikan sebagai “(of a person or their mind) controlled by an evil spirit”. Definisi tersebut dapat diartikan sebagai “(seseorang atau pikirannya) dikuasai oleh makhluk jahat”. Penyertaan istilah “possessed” sebagai salah satu lema dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary adalah bukti bahwa masyarakat barat pun mempercayai akan fenomena tersebut atau fenomena “kesurupan” juga dialami oleh masyarakat barat.‎

Indang
-Apa itu indang ?? Indang adalah Energi yang dapat merubah Pola pikir penari atau pemberi sugesti percaya diri untuk menari.
-Apakah indang itu setan ?? BUKAN !!!
 Indang itu sebuah energi yang muncul dan timbul dari pikiran manusia itu sendiri ,, 
Yang berawal dari imajinasi Manusia 

Ritual
 yaa,, dari dulu memang permainan ini kental dengan budhaya mistis yang sudah membaur dan sulit untuk dihilangkan ,, sebelum dilakukan permainan ini seluruh anggota termasuk penari dibawa oleh sesepuh ke sebuah pemakaman orang besar yang dulu pernah hidup sebagai Tokoh atau panutan masyarakat.. Ritual ini pada dasarnya adalah meminta do'a restu dari Leluhur untuk meneruskan budhaya kita,. orang dulu menyebut ini dengan istilah mertamu dan mengirim do'a ke makam ( Ziarah ) atau orang jawa biasa meenyebut Sowan. namun seiring perkembangan jaman, ternyata pikiran2 tidak rasional ( yang sok tau ) menganggap bahwa datang ke makam datang dengan tujuan meminta agar tubuh mereka dapat dimasuki Roh / Setan .. Itu salah BESAR,

SEBELUM jathilan dimulai, semua perlengkapan ditata di arena pertunjukan. Kuda kepang yang berjumlah 8 sampai 10 buah, disusun berpasangan. Topeng-topeng dan barongan digeletakkan di sekelilingnya. Pawang dan beberapa pembantunya berjalan memasuki arena pertunjukan. Di tangan mereka, sesaji berisi beberapa macam bunga, telur ayam, rempah-rempah, sampai rokok kretek dan kemenyan bakar.

Inilah ritual yang dilakukan untuk meminta “ijin” dan restu dari roh serta dayang penunggu desa, supaya pertunjukan bisa berjalan lancar. Dalam ritual itu, setidaknya ada 2 (dua) macam mantra yang  akan dibacakan oleh pawang.

Narapas araning geni
nurmanik araning menyan
sanggondo kukusing menyan
niat isun ngobong dupo
kudu dupo mbekteni.

Hai jebuk arum araning menyan
krenges araning menyan
mego mendung kukusing menyan
umbulno langit sepitu
amblesno bumi sepitu
tampakno niatku ngaweruhi.

Kedua mantra yang beberapa patah katanya merupakan Bahasa Jawa kuno itu, mengandung arti penjelasan terhadap sesaji yang dipersembahkan bagi roh dan dayang, yang bersemayam di desa tempat pertunjukan.

Makna pada mantra dalam pertunjukan seni kuda lumping yaitu, 
1) dapat memanggil makhluk halus untuk dimintai pertolongan dan mendatangkan kekuatan di bumi (mantra membakar kemenyan), 
2) memohon kepada Yang Maha Kuasa (Allah/Tuhan) meminta perlindungan dan membuat semua orang tertarik pada pertunjukan kuda lumping tersebut (mantra tolak bala dan pengurigan), 
3) dapat membuat pemain kesurupan (trans) serta dapat mendatangkan penonton dan terpesona melihat pertunjukan tersebut (mantra kuda lumping dan singa barong pentas), dan 
4) dapat mengusir dan menyingkirkan makhluk halus yang merasuki pemain serta dapat menyembuhkan pemain yang kesurupan (trans) (mantra menyembuhkan kesurupan). 

Dari hasil analisis, penelitian ini menghendaki adanya pelestarian mantra tanpa memandang mantra tersebut ilmu hitam, tetapi memandang mantra tersebut sebagai karya sastra karena mantra tersebut peninggalan nenek moyang orang Jawa.

Media
 Komputer identik dengan CPU, Mouse, Keyboard dll,, begitu juga Budhaya, kesenian ini lahir dari Puluhan bahkan Ratusan tahun yang lalu, dimana pada jaman itu animisme dan dinamisme lah yang mengiringi hidup bangsa kita, dan tidak heran jika pada kesenian ini kita masih melihat ;Kembang;Menyan;dupa dll,, ituPun tidak bisa disalahkan dan kita tidak berhak mengKlaim itu sebagai sesuatu yang musrik, karena pada dasarnya media2 itu hanya sebagai pelengkap sugesti kepada penari supaya meereka lbih yakin dan mantap.
KebaL ‎
 Tidak Jarang Rombongan Kuda Lumping memberikan atraksi2 unik menarik dan menegangkan ,, apa rahasianya ??
 dalam permainan ini biasanya kita melihat ada yang di Cambuk, makan arang berapi, makan serpihan kaca ,,
 Apa mereka tidak sakit ??
Tentu saja mereka merasakan sakit ,, tapi tidak setelah sugesti itu dapat memonopoli pikiran sang penari, karena sebenarnya yang sakti, yang hebat dan yang Luar biasa adalah pikiran kita sendiri, sebenarnya kita maampu melakukan sesuatu yang terlihat mustahil ,, tapi pikiran perlu sugesti atau sesuatu yang mendorong Pikiran kita agar yakin bahwa kita mampu melakukannya.

Penonton Ikut terlibat
 Yaaaa,, memang permainan ini tidak lepas dari penonton , kenapa penonton bisa ikit wuru ??
jawabannga Logis. kita mendengar lagu yang kita ketahui secara refleeks tangan.kepala,kaki, dan anggota tubuh yang lain tanpa kita sadari ikut bergoyang dalam alunan harmoni musik tsb, begitu juga permainan ini, penonton yang benar2 menikmati dan mengikuti irama gendhing yang dimainkan secara tidak langsung merekaPun ingin ikut berdendang karena hanyut dalam harmoni gendhing . 

Banyak Pihak yang Pro dan Kontra dengan permainan ini dengan berbagai macam pendapat yang mereka miliki ,, itu tidak masalah bagi kita , karena yang terpenting adalah melestarikan budhaya Indonesia dan mengembangkanNya.

#Oleh karena itu hargai semua pendapat orang tentang Budhaya ini, karena perbeda'an persepsi akan memberikan warna tersendiri untuk kehidupan ;)

semoga catatan ini dapat memberi wawasan kepada kita semua untuk selalu berPikir Rasional dan ilmiah.‎

Dilihat dari cara permainannya, para penari kuda lumpingseperti memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan tampaknya memiliki kekuatan supranatural. Seni tari yang menggunakan kuda palsu yang terbuat dari anyaman bambu dan diiringi oleh musik gamelan seperti gong, kenong, perkusi dan terompet itu, mampu membuat penonton terkesan oleh setiap atraksi penunggan (penari) kuda lumping. Hebatnya, penari tradisional lumping dari kuda asli umumnya dimainkan oleh gadis-gadis yang berpakaian seperti tentara kerajaan anak. Saat ini, playersmany kuda lumping lebih dilakoni oleh anak laki-laki. Suara prod (cambuk) para pemain yang sengaja dikenakan seni ini, menjadi awal permainan dan masuknya kekuatan mistis yang bisa menghilangkan kesadaran-pemain. Dengan pendakian kuda anyaman bambu, pergelangan kaki kuda penunggan diberi kerincingan ini mulai berjingkrak, melompat berguling-guling di tanah. 

Selain melompat, penari kuda lumping itu atraksi lainnya, seperti makan kaca dan mengupas kelapa dengan giginya. Kaca (gelas) yang dimakan adalah bola lampu biasa seperti lampu-lampu rumah kita. Dia rajin makan seperti pecahan orang kelaparan, tidak meringis kesakitan dan tidak ada darah pada saat ia makan kaca-pecahan. Bila dilihat dari kuda lumping permainan keseluruhan, terdengar prod seri tak berujung atraksi yang tampil mendominasi. Agaknya, setiap prod dengan sipenunggang melawan dirinya sendiri, yang pada bagian tubuh kaki atau lainnya, akan memberikan efek magis. Artinya, ketika panjang retak dari anyaman rotan dan pada kaki dan mengayunkan tubuhnya, kuda lumping penari akan merasa lebih kuat, lebih kuat, lebih Digdaya. Umumnya, dalam kondisi itu, ia akan semakin liar dan kuasa melakukan hal-hal muskil dan tidak masuk akal manusia normal dan sehat. 

Permainan hidup dan meriah kuda lumping m‎enjadi lebih lengkap dengan tampilan atraksi api. Semburan api yang keluar dari mulut para pemain lainnya, dimulai dengan bensin mengakomodasi dalam mulut mereka dan kemudian disemprotkan pada api yang membakar dalam setangkai kecil dari besi yang ujungnya dibuat sedemikian rupa sehingga api tidak mati sebelum dan sesudah bensin disemprotkan dari mulutnya. Dalam permainan kuda lumping, makna lain yang terkandung adalah warna. Warna-warna yang sangat dominan dalam hal ini yaitu permaian: merah, putih dan hitam. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat. Warna putih melambangkan kesucian yang ada di dalam hati juga dianggap mencerminkan pada semua panca indera sehingga dapat berfungsi sebagai model peran dalam hitam. 

Sebagai daya tarik penuh mistis dan berbahaya, tarian kuda lumping dilakukan di bawah pengawasan seorang "pimpinan supranatural." Biasanya, pemimpin ini adalah orang yang memiliki gaib tinggi yang dapat mengembalikan sang penari kembali ke kesadaran seperti biasa. Dia juga bertanggung jawab untuk cara atraksi, serta menyembuhkan sakit yang dialami oleh pemain kuda lumping jika sesuatu yang tidak diinginkan dan menyebabkan penyakit atau cedera pada penari. Oleh karena itu, meskipun dianggap sebagai permainan rakyat, kuda lumping tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, tetapi harus di bawah arahan dan pengawasan dari pimpinan. 

Perlu Terus Dipelihara dan Dikembangkan Secara garis besar, begitu banyak seni dan budaya di Indonesia familial diwarisi dari nenek moyang Indonesia sampai generasi sekarang. Sekarang, kita sebagai penerus bangsa merupakan pewaris dari seni budaya tradisional karena mereka harus menjaga dan memelihara dengan benar. Tugas kita adalah untuk mempertahankan dan mengembangkannya, sehingga dari hari ke hari tidak hilang dan menghilang dari harta artistik masyarakat kita. 

Satu hal yang kita harus menyadari bahwa Indonesia masih terjajah sampai sekarang dengan masuknya budaya asing yang mencoba untuk menyingkirkan budaya lokal. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa bangkit bersama-sama untuk membawa kembali budaya karena ada punah kuno dan tidak menelan zaman modern. Untuk itu, Pemerintah dan masyarakat diharapkan untuk terus mengeksplorasi kembali budaya apa yang hingga saat ini hampir tidak ada suara lagi, untuk kemudian kembali dikembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya Indonesia. 

Kuda Lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti kuda imitasi, terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tak satu pun dari catatan sejarah dapat menjelaskan asal usul tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

Yang mengatakan, tari Kuda Lumping m‎erupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada juga versi yang mengatakan, bahwa tari Kuda Lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan Portugis. Versi lain mengatakan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda. ‎

Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari Kuda Lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek militer dari pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah-tengah pertempuran. Seringkali dalam pertunjukan tari Kuda Lumping, juga menampilkan atraksi yang menunjukkan kekuatan supranatural bau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar dirinya sendiri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural, yang di kerajaan Jawa kuno berkembang di lingkungan, dan merupakan aspek non militer yang digunakan untuk melawan pasukan Belanda. 

Di Jawa Timur, yang akrab dengan komunitas seni di beberapa daerah, seperti Malang, Nganjuk, Tulungagung, dan daerah lainnya. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan sebagai ucapan syukur, niat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. 

Dalam pementasanya, tidak perlu koreografi khusus, dan penyediaan peralatan serta Karawitan gamelan. Gamelan untuk mengiringi tarian Kuda Lumping cukup sederhana, hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan terompet, suling terdengar melengking. Puisi-puisi yang dibawa untuk mengiringi tari, biasanya berisi imbauan bagi orang-orang selalu melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta. Selain mengandung unsur hiburan dan agama, kesenian tradisional Kuda Lumping sering juga merupakan unsur ritual. Karena sebelum acara dimulai, biasanya hujan pawang akan melakukan ritual, untuk mempertahankan cuaca cerah ingat untuk menjaga acara ini biasanya dilakukan di lapangan terbuka. 

Dalam setiap pagelarannya, tari Kuda Lumping 4 fragmen menyajikan tarian yang merupakan 2 kali Buto Lawas dance, tari Senterewe, dan tari Begon Putri. Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh laki-laki saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda naik anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian ini, para penari Buto Lawas telah dimiliki atau dikuasai oleh roh. Para penonton juga tidak luput dari fenomena kepemilikan. Banyak orang lokal yang menyaksikan acara ke trans dan menari dengan penari. Dalam alam bawah sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya. 

Untuk mengembalikan kesadaran para penari dan penonton yang dimiliki, dalam hal apapun selalu hadir progenitor nya, orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui pakaian yang dikenakannya semua hitam. Nenek moyang ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari dan penonton pulih. Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita membawa bergabung dengan senterewe tari. 

Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam wanita membawa tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup seluruh rangkaian

Semoga Bermanfaat ‎

Penjelasan Tentang Kesurupan Secara Psikologis


Sedikit yang mencoba mendalami lebih jauh masalah ini. Tapi apakah hal ini memiliki basis di kenyataan?

Kesurupan bagi mereka disebabkan oleh:

1.      Gangguan otak, seperti sindrom Gilles de la Tourette, epilepsi, gangguan identitas disosiatif atau

2.      Penyakit mental, seperti schizophrenia, psikosis, histeria, mania, atau

3.      Orang yang otaknya kurang lebih sehat tapi sayangnya tersedot dalam permainan peran sosial dengan konsekuensi yang sangat tidak nyaman, seperti remaja yang hanya dapat mengatakan hal-hal tabu jika ia kesurupan

Ada satu jenis kesurupan yang tidak terlalu akrab kita dengar, yaitu kesurupan teritualisasi. Gangguan otak dan penyakit mental mungkin dapat menjelaskan kenapa seseorang bisa kesurupan tiba-tiba, tapi bagaimana dengan orang yang ingin kesurupan, melakukannya lewat ritual, dan akhirnya benar-benar kesurupan?
Terjadinya kasus kesurupan akhir akhir ini cukup menghebohkan, terutama kalangan sekolah yang sering mendapatkan kasus kesurupan, sempat menjadi pertanyaan sejak awal ramainya kesurupan, kenapa di sekolah? Apakah sekolah banyak demitnya?, Jin yang kurang sopan?, atau banyak hantu yang suka iseng, atau para jin pada protes karena sering dikambinghitamkan bila ada kasus kesurupan selalu saja dia yang disalahkan?.‎

Kurang lebih dua bulan yang lalu seorang mahasiswa psikologi UMS yang sedang praktikum juga tidak mau kalah dengan para siswi siswi di SMU yaitu kena kesurupan, beberapa rekan menolongnya dan alhamdulillah dia tersadar kembali. Seringkali penulis juga mendapat berita bahwa di pondok sobron makam haji berulang kali terjadi kesurupan terutama pada saat baitul arqom untuk mahasiswa, lagi lagi jin yang dituduh bertanggungjawab terhadap insiden itu.‎

Munculnya atau maraknya kasus kesurupan ternyata tidak merebak begitu saja, ada semacam rentetan peristiwa di tanah air tercinta ini. Kalau kita lihat berdasarkan historisnya ternyata tidak lepas dari tayangan media. Kita lihat beberapa tahun terkahir ini film film horror sering kali tampil di hampir semua stasiun televisi, yang namanya sinteron, berita berita ghaib dan sejenisnya ditayangkan secara terus menerus, setelah itu live show berupa hantu hantu yang ditayangkan secara langsung, seperti acara dunia lain, uka uka, bahkan acara pengusiran hantu dimana hantu hantu pada dimasukkan ke botol. Masih berlanjut kalangan agama juga nggak mau kalah dengan membuat acara penyembuhan (ruqyah) dengan mengusir jin jin jahat dalam tubuh manusia, dimana para pencetus acara tersebut tidak mau kalah dengan para dukun dan para tabib tabib serta paranormal yang dianggapnya tidak syar’I, tentunya dengan modus yang sama yaitu pengusiran jin.‎

Dan nampaknya cerita cerita horror tidak pernah berhenti, sampai sekarangpun kita masih saja menyaksikan film film horror. Namun ada acara televisi di stasiun TV trans 7 play syetan (plesetan) yang membuat saya sedikit lega yaitu dengan tayangan televisi tentang hantu yang diplesetkan. Sehingga cerita hantu tidak lagi seram namun menjadi guyonan yang menyenangkan.
Rentetan tayangan televisi tanah air diatas tentunya akan sangat mempengaruhi alam pikiran para penontonnya terutama kalangan remaja, kenapa remaja, ya karena merekalah golongan yang masih labil, mudah percaya namun belum memiliki pegangan yang jelas dalam hidupnya, sehingga apa yang diterimanya terutama lewat media menjadi system keyakinan yang masuk dalam mekanisme alam pikiran bawah sadar sehingga suatu saat akan mudah terpicu oleh hal hal yang berbau mistis.
Kasus kasus kesurupan yang semakin merebak ini tidak boleh kita anggap remeh karena terjadinya kasus kasus itu merupakan fenomena lemahnya iman dan kurangnya kesehatan mental psikologi. Permasalahan ini harus ditanggapi secara holistic tidak oleh para ustad, psikolog atau psikiater saja namun dari pemerintah terutama media televisi. Selama kita menganggap kesurupan sebagai perbuatan Jin tanpa ada perbaikan mental psikologi ya selamanya kesurupan akan terus terjadi dan akan meluas. Pemahaman yang benar tentang kasus kesurupan akan menentukan penangan yang benar dan tepat. Tidak menggebyah uyah dengan sekedar mengeluarkan jin dari tubuh, kalau memang ada gejala depresi sebelumnya atau stress, ya sebaiknya dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam penyembuhan seperti psikolog ataupun dokter.
Dan tulisan ini salah satunya adalah memberikan pemahaman yang benar tentang kasus kesurupan dengan tinjauan masing masing bidang keilmuan, yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi masyarakat terhadap penanganan kesurupan. Seperti saya nanti akan mengulas dari perspektif psikologi yang saya fokuskan pada psikologi kognitif khususnya alam pikiran bawah sadar manusia, pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam hal ini adalah kesurupan. Kenapa orang tiba tiba bisa berteriak-teriak, ngoceh tidak karuan (ngomyang), meronta-ronta bahkan bisa berbicara seperti bukan dirinya, semua itu adalah bentuk bentuk perilaku yang bisa dibahas dan diulas secara psikologi.‎

Baiklah mari kita bahas bab demi bab yang akan saya uraikan secara singkat mengenai kesurupan ini.

Pengertian Kesurupan di Beberapa wilayah di Nusantara
Kesurupan menurut saya adalah fenomena budaya, di Indonesia memiliki kekhasan yang sangat berbeda dengan belahan dunia lain karena kita memiliki budaya animisme yang sangat kuat. Hal ini dapat kita baca dari sejarah animisme di Indonesia, dimana animisme adalah mempercayai bahwa roh roh halus dan roh nenek moyang masih dapat berinteraksi dengan alam manusia dimana dalam berinteraksi caranya adalah dengan memberikan sesaji dan pembacaan pembacaan mantra. Dan menurut budaya jawa (keunikan islam dan budaya jawa) menyebutkan bahwa roh memiliki tingkatan tingkatan sehingga jika terjadi kasus kesurupan maka pemimpin spiritual setempat (dukun) akan melaporkan kepada danyang (roh penunggu desa) agar kesurupannya bisa disembuhkan. Karena menurut budaya jawa bahwa roh memiliki hirarki dari roh ecek ecek hingga roh kelas elit, roh kelas elit ini yang menjalin hubungan adalah wilayah atau tingkatan kerajaan, misalnya nyi roro kidul, sunan lawu, penunggu gunung merapi dan lain sebagainya.

Ada yang mengatakan bahwa roh roh seperti manusia, memiliki perasaan, bisa berpikir dan memiliki keinginan. Karena dianggapnya bahwa roh roh itu adalah dulunya manusia yang meninggal dengan tidak tenang, tersesat dan menjadi roh roh. Masalah kesurupan di tanah jawa adalah sesuatu yang lumrah dan dapat ditemui dengan mudah dalam pertunjukkan pertunjukkan seperti permainan nini thowok, reog, jathilan dan lain sebagainya.‎

Kuatnya pengaruh animisme masyarakat kita sedikit banyak berperanan dalam memunculkan pemikiran pemikiran mistis yang pada akhirnya memunculkan maraknya fenomena kesurupan di tanah air, sebagai jalan pintas bawah sadar ketika mendapat tekanan.‎

Jika kita amati di negara Arab jarang sekali mereka yang mengalami kesurupan, di amerika apalagi kecuali mungkin di suku indian yang masih animisme. Di Nusantara kesurupan adalah fenomena yang dapat dijumpai dari Aceh hingga Papua. dan ciri khasnya yang sedang tren sekarang adalah kesurupan massal di lingkungan sekolah.
Ada banyak istilah istilah yang mirip dengan kesurupan seperti kerasukan, kerawuhan, keranjingan. Kata surup, rasuk, rawuh, ranjing menggambarkan keadaan sesuatu yang berasal dari luar masuk ke dalam dan mengisi ruang dalam.‎

Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai :
1) Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;‎
2) Hysteria , saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya ,‎
3) Split personality , saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh “pribadi” yang berbeda. Penjelasan ini seringkali mengalami benturan dengan kenyataan-kenyataan budaya.
Dari beberapa peristiwa kesurupan di Tanah Pasundan, ada pola umum kesurupan. Pelaku sebelum mengalami kesurupan mengalami peristiwa yang penuh tekanan. Penanganan menggunakan cara-cara normal dipandang pelaku malah membawa ke jalan buntu. Di sisi lain dalam budaya Sunda ada ketidaksadaran kolektif yang menyatakan bahwa tersedia “jalan keluar” untuk hal-hal yang sudah buntu, yaitu “kesurupan”. Pilihan yang nyurup pun sedemikian terbatas, yaitu beberapa tokoh yang dikenal dalam mitologi Sunda seperti Harimau. Harimau diyakini sebagai alihwujud dari Silihwangi yang ngahiang/moksa. Permintaan sang tokoh saat surup dapat diperkirakan, yaitu meminta sejumlah hal kecil seperti kopi, tembakau, sirih dan permintaan lain yang merupakan simbolisasi dari makanan masa lalu.‎

Di Bali, kesurupan atau kerawuhan dipandang sebagai hal netral. Dalam alam budaya Bali, manusia adalah jagat alit dan semesta adalah jagat agung. Insan-insan suci seringkali dipilih oleh ruh suci untuk mengkomunikasikan hal yang harus dan tidak boleh dilakukan kepada komunitas di suatu wilayah. Peranan pedanda (tetua agama) di Bali adalah mengalihbahasakan apa yang disampaikan ruh yang surup di diri pelaku kepada komunitas.‎

Di Jawa, kesurupan seringkali diyakini sebagai masuknya ruh-ruh jahat yang diyakini berada di teritori tertentu yang merasakan bahwa dirinya terganggu oleh pelaku. Ada sejumlah cara yang dilakukan agar sang ruh jahat segera keluar dari diri pelaku . Ada sejumlah sesaji dan ritual yang harus disiapkan agar sang pelaku selanjutnya aman.

Kajian Psikologi tentang Kesurupan‎

Dalam kajian psikologi ada dua perspektif yang dapat digunakan untuk melihat kasus kesurupan yaitu kajian psikoanalisa dan psikologi transpersonal. Namun menurut saya yang paling sesuai untuk mengkaji kesurupan sebagai sebuah gangguan lebih tepat dengan menggunakan psikoanalisa terutama pendapatnya Carl Gustav Jung. Pada kajian psikologi transpersonal kajian trance lebih ke arah spiritual atau sebagai sesuatu yang tidak mengganggu. Kesurupan sebenarnya juga merupakan trance ke arah mengganggu dan tidak terkendali.

Baiklah mari kita bahas teori Carl Gustav Jung.‎

a. ketidaksadaran dalam pandangan Jung
C.G. Jung (Swis, 1875-1961) adalah tokoh yang paling penting untuk psikoanalisis (psikologi dalam) di samping Sigmund Freud dan Alfred Adler. Psikologi dalam (depth psychology) menemukan ketegangan antara hidup sadar dan tidak sadar dan menganalisa “ketidaksadaran” sebagai suatu lapisan psikologi manusia (di samping pikiran yang disadarinya) yang mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan manusia. Ketidaksadaran itu muncul misalnya dalam mimpi-mimpi atau juga dalam mitos-mitos dan gambar-gambar religius.‎

Menurut C.G. Jung, ketidaksadaran punya dua lapisan, yaitu ketidaksadaran individual yang isinya dibentuk oleh pengalaman-pengalaman pribadi yang digeserkan ke bawah sadar, dan ketidaksadaran kolektif (collective unconsciousness) yang isinya merupakan warisan yang dimiliki semua manusia sebagai bagian dari kodratnya. Kedikaksadaran adalah “segala endapan pengalaman nenek moyang yang diturunkan sejak berjuta tahun yang tak dapat disebut yang sepenuhnya mengendalikan, gema peristiwa dari dunia prasejarah, yang oleh zaman selanjutnya ditambah sedikit demi sedikit penganekaragaman dan pembedaan-pembedaan”. Adanya ketidaksadaran itu bisa menjelaskan kenyataan bahwa baik dalam mimpi-mimpi individual maupun dalam budaya-budaya dan agama-agama yang berbeda, muncul motif-motif yang sama tanpa adanya hubungan tradisi satu sama lain atau diakibatkan oleh pengalaman konkret.‎

Ketidaksadaran adalah tempat dimana agama dan simbol-simbol religius berakar. Jadi, ketidaksadaran bukan hanya dasar kemampuan manusia untuk mengembangkan agama dan simbol-simbol religius dan “pintu masuk” yang membuka lubuk jiwa manusia untuk pengalaman religius, tetapi juga menyediakan materi-materi untuk gagasan-gagasan keagamaan.
Materi yang disediakan oleh ketidaksadaran untuk proses itu, oleh C. G. Jung disebut “arketipe”, yaitu “gambaran arkais, kuno dan universal, yang sudah ada sejak zaman yang amat silam. Dalam kata Jung, arketipe ‘merupakan bentuk atau gambaran yang bersifat kolektif yang terjadi praktis di seluruh bumi sebagai unsur kisah suci (myth) dan dalam waktu yang sama merupakan hasil asli dan individual yang asal-usulnya tidak disadari’. Arketipe itu secara laten tersembunyi dalam semua orang dan akan diberi ungkapan simbolis menurut situasi historis di mana orang itu tercakup. Konsep arketipe itu mengambil bentuk simbolis dalam berbagai ungkapan religius, dan menggambarkan solidaritas terdalam antara berbagai tradisi keagamaan umat manusia”. Jadi, simbol-simbol dasar dari agama-agama (misalnya: Tuhan, ayah/ibu, simbol-simbol untuk keberadaan transenden dan keseluruhan/keesan dll.) sudah berada di dalam ketidaksadaran setiap individu, mereka merupakan ide-ide yang pra-sadar dan primordial, dan merupakan dasar untuk pengalaman-pengalaman religius yang langsung. Mereka mencermrinkan struktur kepribadian manusia dan menunjuk kepada keberadaan yang transenden.

b. Unsur kepriadian dalam paradigma Psikoanalitik Jung‎

Doktrin Jung yang dikenal dengan psikologi analitis (analytical psychology), sangat dipengaruhi oleh mitos, mistisisme, metafisika, dan pengalaman religius. Ia percaya bahwa hal ini dapat memberikan keterangan yang memuaskan atas sifat spiritual manusia, sedangkan teori-teori Freud hanya berkecimpung dengan hal-hal yang sifatnya keduniaan semata. Jung mendefinisikan kembali istilah-istilah psikologi yang dipakai pada saat itu, khususnya yang dipakai oleh Freud. Ego, menurut Jung, merupakan suatu kompleks yang terletak di tengah-tengah kesadaran, yakni keakuan. Istilah Freud lainnya yang didefinisikannya kembali adalah libido. Bagi Jung, libido bukan hanya menandakan energi seksual, tetapi semua proses kehidupan yang penuh energi: dari aktivitas seksual sampai penyembuhan.
Id, ego, dan superego, adalah istilah istilah yang tak pernah dipakai oleh Jung. Sebagai gantinya, ia menggunakan istilah conciousness (kesadaran), personal unconciousness (ketidaksadaran pribadi), dan collective unconciousness (ketidaksadaran kolektif) Conciousness dan personal unconciousness sebagian dapat diperbandingkan dengan id dan ego, tetapi terdapat perbedaan yang sangat berarti antara superego-nya Freud dengan collective unconciousness, karena Jung percaya bahwa yang terakhir ini adalah wilayah kekuatan jiwa (psyche) yang paling luas dan dalam, yang mengatur akar dari empat fungsi psikologis, yaitu sensasi, intuisi, pikiran, dan perasaan. Selain itu, juga mengandung warisan memori-rasial, leluhur dan historis.

c. Kajian teori Jung terhadap Kasus Kesurupan
Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan, bahkan di daerah daerah tertentu malah sengaja untuk kesurupan, dan menjadi tontonan menarik seperti reog, kuda lumping, debus dan tari kecak. Budaya ini lah yang menjadi arketip arketip yang tersimpan dalam ketidaksadaran kolektif dan inilah yang banyak mempengaruhi terjadinya kesurupan di indonesia.
Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar kita dalam collective unconciousness berisi mitos mitos seperti memedi pocong, wewe gombel, jin penunggu rumah, jin penunggu sungai, dan banyak lagi, bahkan penunggu laut selatan. Mitos inilah yang turun menurun dari jaman dulu terus hingga sekarang. Ditambah lagi pengalaman masa kecil yang sering ditakut takuti dengan berbagai macam hantu dan segala varian nya, yang kemudian tersimpan dalam personal unconciousness sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya (precipitating event).‎

Dalam kasus kesurupan masal yang menjadi precipitating event adalah teman yang sudah kesurupan, dalam istilah hipnotisme teman yang sudah kesurupan menginduksi bawah sadar teman lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak diisolasi akan mewabah ke yang lain.‎

Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya.‎

Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya ? sebab utamanya adalah lemahnya kesadaran seperti orang mau masuk tidur, kenapa bisa tidur jawabnya tentunya karena lemahnya kesadaran karena faktor mengantuk.

Setidaknya ada tujuh jenis gangguan syaraf yang dapat diasosiasikan dengan kesurupan yang tidak disengaja. Gangguan Syaraf ini antara lain :

1. Sindrom Gilles de la Tourette = Sebuah penyakit kerusakan otak yang dicirikan dengan keluarnya kata-kata tabu secara tidak terkendali dan begitu mudahnya orang tersebut mengulangi kata-kata orang lain (latah) serta gerakan yang tak terkendali.

2. Epilepsi = Sebuah penyakit yang disebabkan pelepasan listrik berlebihan di otak dan dicirikan kejang mendadak (sawan).

3. Gangguan Identitas Disosiatif = Disebut juga Kepribadian Ganda (MPD). Kemungkinan disebabkan oleh perubahan arah aliran darah di otak atau volume hippocampus dan amygdala yang kecil di otak. Dicirikan perubahan kepribadian seseorang menjadi orang dengan identitas berbeda.

4. Schizophrenia = Perbedaan kimiawi otak yang berakibat pada pecahnya hubungan  antara kemampuan kognitif dengan emosional. Akibatnya penderita tidak memiliki basis logika untuk tindakannya. Walaupun emosinya tidak dapat diprediksi, seorang schizo dapat sangat cerdas karena kemampuan kognitifnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

5. Psikosis = Kerusakan otak / penyalahgunaan narkotika yang berakibat pada pecahnya hubungan antara dunia nyata dan imajinasi. Merupakan gejala paling umum ditemukan di masyarakat. Seseorang dapat merasa dirinya di dunia nyata padahal sedang berkhayal, begitu juga sebalinya.

6. Histeria = Reaksi emosional negatif atau ketakutan berlebih yang semakin menjadi-jadi, baik secara individu maupun massal. Hal ini disebabkan kesamaan pengalaman terutama trauma yang terjadi pada kelompok (jika massal) atau munculnya pemicu ingatan terhadap trauma di masa lalu. Paling banyak terjadi pada perempuan.

7. Mania = Reaksi emosional positif atau kegembiraan berlebih yang semakin menjadi-jadi. Tidak diketahui apakah dapat bersifat massal atau tidak. Pemicu utama mania adalah insomnia atau kesulitan tidur.
Kesurupan yang tidak disengaja tampaknya dapat dijelaskan berdasarkan salah satu dari tujuh gejala syaraf di atas atau kombinasi di antaranya. Bila kita telah mampu menyelidiki penyebab neurologis atau genetik seseorang yang mengalami kesurupan, terutama saat kesurupan tersebut terjadi, maka kita dapat memberikan urutan ke-8 atau semata meletakkan kesurupan dalam salah satu dari tujuh gangguan di atas.‎
Beberapa tips menangani kasus kesurupan‎

1. isolasi sesegera mungkin anak yang terkena kesurupan
2. tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.‎

3. tenangkan anak yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul,‎

4. kalau membaca quran bacakan dengan penuh kekhusyuan dan dengan nada pelan sehingga akan menenangkan si sakit, kalau dibaca dengan menghentak hentak anak yang terkena akan semakin histeris dan teriakan dari pembacaan quran tadi akan memperkeruh keadaan. Dalam hal ini kita harus bijak dalam mendudukkan al quran jangan melecehkan quran dengan menggunakannya yang bukan pada tempatnya, gunakan quran sebagai petunjuk hidup bukan sebagai alat pengusiran jin.‎

5. tempatkan si anak di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik‎

6. jika keadaan semakin tidak terkendali, jangan memanggil paranormal, atau memanggil dukun dan sejenisnya. Namun panggilah dokter untuk memberikan obat penenang kepada si anak, dan jika sudah dampingi anak dengan orang tuanya‎

7. jangka panjang ciptakan suasana sekolah yang cerah dan ceria, baik lingkungan maupun hubungan guru muridnya dan tentunya proses belajar mengajar. Berikan penerangan yang cukup di tempat tempat yang terkesan singup, rubah warna cat dari cat yang gelap menjadi lebih terang, tebang pohon pohon yang dianggap angker, hilangkan suasana mistis disekolah. Kesurupan sering terjadi biasanya di tempat yang bekas kuburan, atau dekat kuburan, karena nuansa mistis bisa menjadi condtioning event atau keadaan yang mengkondisikan terjadinya kesurupan.‎

8. para guru jangan bersikap tahayul dan khurafat misalnya dengan mendatangkan ahli pengusir jin karena itu bukannya menghilangkan jin malah lingkungan sekolah menjadi tersugesti untuk kembali ke jaman animisme yaitu mempercayai Jin dan sebangsanya yang pada akhirnya akan melemahkan tauhid dan akibatnya adalah munculnya kesurupan.‎

Kesurupan merupakan reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi atau reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya, yang disebabkan oleh tekanan fisik maupun mental (berlebihan). Tetapi kalau kesurupannya massal, itu melibatkan sugesti. Reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama, saling memengaruhi, dan tidak jarang menimbulkan histeria massal.‎

Kesurupan hannya terjadi pada diri orang yang memiliki jiwa yang lemah, sehingga ketika mendapat tekanan tidak mampu untuk mengatasinya. Orang yang lemah dari segi jiwa atau mental melepaskan ketidak berdayaanya dengan tanpa disadarinya masuk ke dalam bawah sadarnya. Ketika berada dalam wilayah bawah sadarnya tersebut terjadilah letupan-letupan emosinya yang tertahan selama ini. ketika hal itu terjadi, diiringi dengan daya kekuatan yang lahir dari dorongan kejiwaannya. Dia meronta dan melabrak orang disekelilinginya. Saat ini yang terjadi adalah dia berada dalam alam bawah sadar.
Dengan demikian dipahami bahwa kesurupan merupakan sebab dari lemahnya jiwa seseorang dalam menghadapi realitas social. Menurut penulis kesurupan yang marak terjadi bukanlah akibat diri seseorang dirasuki oleh jin. Namun justru karena adanya letupan emosi bawah sadarnya.‎

Kesurupan jangan dipelihara. Bagaimanapun ini merupakan masalah kejiwaan. Oleh karenanya solusi bagi masalah ini adalah bagaimana kita menciptakan jiwa yang sehat. Dengan kondisi yang sehat dan tenang akan membuat diri seseorang memiliki ketahanan di dalam menghadapi kerasnya hidup ini. Jiwa yang tenang hanya akan didapat dari ajaran-ajaran agama. Pengamalan ajaran agama akan menjauhkan seseorang dari keputus asaan.

Doa Nabi Sulaiman Menundukkan Hewan dan Jin

  Nabiyullah Sulaiman  'alaihissalam  (AS) merupakan Nabi dan Rasul pilihan Allah Ta'ala yang dikaruniai kerajaan yang tidak dimilik...